Again…
Terjadi lagi…
Yup, kali ini di ajang Formula satu. Semalam musim 2008 berakhir dengan dramatis di Sao Paolo Brasil. Felipe Massa dari Ferrari menang dengan menyakinkan. Massa unggul 13.2 detik dari pesaing terdekatnya–juara dunia dua kali–Fernando Alonso. Tapi meski menang, Massa tidak berhasil menjadi juara dunia. Lewis Hamilton, yang tahun lalu kalah satu poin dari Kimi Räikkönen, tahun ini menjadi juara dengan keunggulan juga satu poin, namun kali ini dari rekan satu tim Räikkönen.
Sebenarnya sampai tikungan terakhir di balapan 71 lap itu Massa adalah juara dunianya. Hamilton yang hanya butuh berada di posisi kelima agar juara, malah tertahan di posisi ke enam. Sebenarnya di lap ke 69, Hamilton sempat berada di posisi ke lima, tapi Hamilton di dahului oleh Sebastian Vettel. Hamilton coba mengambil kembali posisi itu, namun tidak kunjung bisa. Sampai akhirnya di lap ke-71 keajaiban itu datang. Timo Glock dari Toyota kehilangan grip. Laju kendaraannya kalah jauh dari Vettel dan Hamilton. Hasilnya Vettel dan Hamilton pun mendahulinya.
Sebenarnya saat Massa menyelesaikan lap terakhir, keluarganya yang berada di garasi tim Ferrari sempat bersorak gembira karena sampai saat Massa finish Hamilton masih berada di posisi ke 6. Tapi tawa bahagia itu segera berubah menjadi air mata kecewa
Timo Glock mendapatkan posisi ke empatnya dari hasil kenekatannya tidak mengganti ban meskipun hujan turun. Memang beberapa lap sejak hujan turun kecepatan mobilnya yang menggunakan ban kering masih sama dengan mobil yang menggunakan ban basah. Tapi ini hanya persoalan waktu sampai mobil akhirnya akan semakin sulit dikendalikan. Waktu nya itu adalah pada tikungan terakhir lap 71. Hamilton juara Massa kalah.
Lewis Hamilton mendapatkan apa yang direnggut darinya di tempat yang sama tahun lalu. Sekarang ia adalah juara dunia termuda sepanjang sejarah Formula 1.
Aku tidak tahu apa aku harus bersorak atau apa dari hasil ini. Aku pendukung The Silver Arrow, Mclaren-Mercedes dari dulu. Sampai tikungan terakhir itu aku juga diliputi ketegangan. Tapi setelah kenyataannya Lewis juara, tetap saja…
Aku bersimpati pada Massa. You’re a great man. You’re the champion too.
Sungguh hidup itu penuh ironi…Ia persaudarakan kebahagiaan dengan kesedihan. Mungkin karena kebahagian tak bertepi itu hanya ada di surga. Atau jika ia boleh ada di sini, maka ia harus hadir dalam definisi lain.
Someday, I’ll be coming home again, soon…

Leave a Reply